Russian Air Force to receive up to 100 Sukhoi fighter jets by 2015

The Russian Air Force will receive up to 100 Sukhoi fighter jets by 2015, the Defense Ministry spokesman said on Sunday.

Three state contracts with the Sukhoi design bureau on the supply of the jets have been already signed, Vladimir Drik said.

Fifty advanced Su-35 Flanker-E multirole fighters, billed as “4++ generation using fifth-generation technology,” more than ten advanced Su-27SM Flanker multirole jets and five Su-30M2 Flanker-C multirole fighters are among the aircraft to be supplied.

The Russian Air Force will also receive twenty-five new Su-34 Fullback fighter-bombers in the next few years, the spokesman said.

Incoming search terms for the article:

russian air force (6),macam macam caploan (2),senjata sukhoi indonesia (2),RUSSIAN airFORCE (2),the best fighter russian aircraft (1),wordpress sukhoi fighter (1),sukhoi indonesia 2011 (1),www alusista (1),Www alusista indonesia com (1),senjata perang cangi (1),sukhoi indonesia dan persenjataannya (1),alat tempur cangi indonesia (1),persenjataan sukhoi indonesia (1),gambar pesawat militer indonesia (1),gambar sukhoi (1),gambar sukhoi indonesia (1),indonesian sukhoi - alusista (1),jenis 2 senjata military (1),jenis2 senjata yg dipakai sukhoi indonesia (1),jenis2 sukhoi (1)

Menhan Dinilai Berhasil, Hadiahnya Anggaran Alutsista Akan Naik Jadi Rp 20 Triliun

RMOL.DPR cukup puas dengan prestasi yang ditorehkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama 2010. Sebagai hadiahnya para politisi Senayan itu akan berupaya menaikkan anggaran alat utama sistem senjata (alusista) mencapai Rp 20 Triliun.

Hal ini diungkapkan Ketua Ko*misi I DPR Mahfudz Siddiq ke*pada Rakyat Merdeka, di Ja*karta, kemarin.

Menurutnya, alusista yang ada saat ini kurang memadai. Wa*laupun Indonesia tidak sedang ter*ancam perang, namun alutsista yang bagus sangat diperlukan untuk memperkuat pertahanan di tanah air.

“Kalau 2010 anggaran untuk alusista yang diajukan Rp 10 trliun, maka tahun ini DPR akan me*ngupayakan supaya bisa men*jadi Rp 20 triliun. Yang bisa di*kabulkan pada APBN 2011 kan baru Rp 12 triliun. Kita akan meng*upayakan adanya tambahan Rp 9 triliun lagi,” katanya.

Kenaikan anggaran alusista tersebut juga ada didasarkan pada pe*nilaian Badan Pemeriksa Ke*uangan (BPK) terhadap akun*tabilitas TNI terhadap efektifitas kinerjanya.

“Kinerja TNI kan sudah ada peningkatan. Mereka tinggal me*lanjutkan program matra terpadu. Kalau akuntabilitas mereka ba*gus, BPK bisa memberikan pe*nilaian yang bagus,” ujarnya.

Kendati memberikan apresiasi atas pencapaian TNI tahun 2010 lalu, Mahfudz, menilai masih ba*nyak hal yang harus diselesaikan TNI. Setidaknya pada tahun ini me*lanjutkan proses reformasi yang telah direncanakan.

Anggota DPR dari daerah pe*milihan Jawa Barat VIII ini, se*lama tahun 2010 lalu TNI telah mengalami peningkatan di dalam upaya melakukan pengamanan di wilayah laut.

Dalam pandangan politisi PKS ini, peran TNI dalam mengontrol wilayah perbatasan dengan ne*gara-negara tetangga sudah cu*kup bagus. Mengapa demi*kian? masih banyak terjadi kasus illegal fi*shing, dan illegal logging yang me*manfaatkan wilayah per*batasan. “Setahu saya, kerugian negara yang diakibatkan illegal log*ging mencapai sekitar Rp 18 triliun,” ucapnya.

Panglima TNI Agus Suhartono, mengungkapkan prestasi yang dicapai lembaganya selama 2010 antara lain yang menonjol adalah sum*bangan ke kas negara melalui barang sitaan, dan penyelamatan kekayaan negara.

“Operasi penegakan hukum laut telah berhasil memberikan kontribusi Rp 37,9 miliar dari hasil putusan pengadilan (berupa denda atau perampasan barang bukti), dan menyelamatkan po*tensi kerugian negara sekitar Rp 13 triliun,” katanya.

Selain itu, kata Agus, untuk operasi perang, seluruh Konti*ngen Garuda yang dikirimkan ke berbagai negara berhasil meraih penghargaan dari PBB.

Menurut Agus, pada tahun 2010 TNI sudah cukup berhasil dal*am mengemban tugasnya.

Sejauh ini situasi pertahanan ke*amanan di wilayah-wilayah NKRI sudah cukup stabil, dan kon*dusif.

“Sejauh ini, seluruh wilayah In*do*nesia dalam kondisi yang baik. Wilayah perbatasan wilayah kita dengan Negara-negara te*tangga sudah berhasil kita jaga, se*hingga bisa semakin menjadi kondusif,” ujarnya.

Beberapa upaya yang dila*ku*kan TNI pada 2010, kata dia, adalah memperkuat organisasi TNI, guna meningkatkan sistem per*tahanan. Hal ini dilakukan dengan cara pembinaan terhadap para personel TNI, ataupun de*ngan cara memperbaiki pem*binaan logistik yang ada.

Dijelaskannya, peningkatan personel dilakukan dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan, pembinaan mental, profe*sio*nalisme, kemampuan fisik dan tem*pur, sampai pengetahuan ma*salah hukum. Dikatakan Agus, ke*semua upaya tersebut ber*tu*juan untuk memperkuat ke*mam*puan prajurit dalam menjaga keamanan wilayah.

Sedangkan untuk pelaksanaan pembinaan logistik diwujudkan melalui berbagai kegiatan modernisasi alusista TNI, dengan maksud supaya TNI memiliki alutsista yang handal, dan layak pakai, guna mendukung pelak*sa*naan tugas operasi TNI, baik untuk perang maupun kegiatan ke*amanan lainnya.

“Dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap prajurit dan keburuhan logistik kita, kea*manan wilayah NKRI bisa terja*ga dengan baik, dengan tetap menjunjung tinggi pro*fe*sio*nalisme prajurit, dan tidak me*langgar hukum,” tuturnya.

Penyelamatan potensi kerugian negara hingga Rp 13 triliun, lanjutnya, membuktikan kalau tingkat pelanggaran yang terjadi masih cukup tinggi. Masalah itu terjadi karena sistem perizinan yang ada masih perlu dperbaiki lagi. Sebab masih terjadi tum*pang tindih wilayah perizinan penangkapan ikan. Untuk me*ngatasi hal ini lembaganya akan be*rkoordinasi dengan Ke*men*terian Perikanan dan Kelautan.

Soal modernisasi alusista, Agus menegaskan, lembaganya pada tahun ini akan memberikan per*hatian khusus terhadap ang*garannya. “Sebagian besar me*mang dialokasikan khusus untuk modernisasi alusista. Tujuannya supaya kita bisa mendekati Mi*nimum Essensial Forces (MEE-red)”, ungkapnya.

Untuk mewujudkan MEE, lanjutnya, TNI berencana mela*kukan penghapusan terhadap alusista yang dianggap tidak layak, peningkatan kemampuan com*bat, dan pengadaan alutsista baru, baik dengan membeli atau*pun dengan menerima hibah.

“Program modernisasi ini akan mengutamakan peningkatan combat capability dari unit-unit tempur yang dianggap masih bisa digunakan. Seperti kapal perang yang dari Belanda, badannya dianggap masih bagus, tapi sen*jatanya sudah sangat keting*galan,” ungkapnya.

Bekas Irjen (Inspektur Jendral-red) Departemen Pertahanan ini menuturkan, modernisasi terse*but dilakukan dengan meng*upa*yakan pemanfaatan industri da*lam negeri, dengan tetap me*la*kukan kerjasama dengan indutri militer luar negeri. Hal ini dila*kukan karena saat ini industri dalam negeri belum bisa mandiri. “Kita berharap ke depan industri militer kita bisa mandiri, se*hingga kita tidak perlu tergantung terhadap bantuan asing,” ucap*nya.

RMOL.DPR cukup puas dengan prestasi yang ditorehkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama 2010. Sebagai hadiahnya para politisi Senayan itu akan berupaya menaikkan anggaran alat utama sistem senjata (alusista) mencapai Rp 20 Triliun.

Hal ini diungkapkan Ketua Ko*misi I DPR Mahfudz Siddiq ke*pada Rakyat Merdeka, di Ja*karta, kemarin.

Menurutnya, alusista yang ada saat ini kurang memadai. Wa*laupun Indonesia tidak sedang ter*ancam perang, namun alutsista yang bagus sangat diperlukan untuk memperkuat pertahanan di tanah air.

“Kalau 2010 anggaran untuk alusista yang diajukan Rp 10 trliun, maka tahun ini DPR akan me*ngupayakan supaya bisa men*jadi Rp 20 triliun. Yang bisa di*kabulkan pada APBN 2011 kan baru Rp 12 triliun. Kita akan meng*upayakan adanya tambahan Rp 9 triliun lagi,” katanya.

Kenaikan anggaran alusista tersebut juga ada didasarkan pada pe*nilaian Badan Pemeriksa Ke*uangan (BPK) terhadap akun*tabilitas TNI terhadap efektifitas kinerjanya.

“Kinerja TNI kan sudah ada peningkatan. Mereka tinggal me*lanjutkan program matra terpadu. Kalau akuntabilitas mereka ba*gus, BPK bisa memberikan pe*nilaian yang bagus,” ujarnya.

Kendati memberikan apresiasi atas pencapaian TNI tahun 2010 lalu, Mahfudz, menilai masih ba*nyak hal yang harus diselesaikan TNI. Setidaknya pada tahun ini me*lanjutkan proses reformasi yang telah direncanakan.

Anggota DPR dari daerah pe*milihan Jawa Barat VIII ini, se*lama tahun 2010 lalu TNI telah mengalami peningkatan di dalam upaya melakukan pengamanan di wilayah laut.

Dalam pandangan politisi PKS ini, peran TNI dalam mengontrol wilayah perbatasan dengan ne*gara-negara tetangga sudah cu*kup bagus. Mengapa demi*kian? masih banyak terjadi kasus illegal fi*shing, dan illegal logging yang me*manfaatkan wilayah per*batasan. “Setahu saya, kerugian negara yang diakibatkan illegal log*ging mencapai sekitar Rp 18 triliun,” ucapnya.

Panglima TNI Agus Suhartono, mengungkapkan prestasi yang dicapai lembaganya selama 2010 antara lain yang menonjol adalah sum*bangan ke kas negara melalui barang sitaan, dan penyelamatan kekayaan negara.

“Operasi penegakan hukum laut telah berhasil memberikan kontribusi Rp 37,9 miliar dari hasil putusan pengadilan (berupa denda atau perampasan barang bukti), dan menyelamatkan po*tensi kerugian negara sekitar Rp 13 triliun,” katanya.

Selain itu, kata Agus, untuk operasi perang, seluruh Konti*ngen Garuda yang dikirimkan ke berbagai negara berhasil meraih penghargaan dari PBB.

Menurut Agus, pada tahun 2010 TNI sudah cukup berhasil dal*am mengemban tugasnya.

Sejauh ini situasi pertahanan ke*amanan di wilayah-wilayah NKRI sudah cukup stabil, dan kon*dusif.

“Sejauh ini, seluruh wilayah In*do*nesia dalam kondisi yang baik. Wilayah perbatasan wilayah kita dengan Negara-negara te*tangga sudah berhasil kita jaga, se*hingga bisa semakin menjadi kondusif,” ujarnya.

Beberapa upaya yang dila*ku*kan TNI pada 2010, kata dia, adalah memperkuat organisasi TNI, guna meningkatkan sistem per*tahanan. Hal ini dilakukan dengan cara pembinaan terhadap para personel TNI, ataupun de*ngan cara memperbaiki pem*binaan logistik yang ada.

Dijelaskannya, peningkatan personel dilakukan dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan, pembinaan mental, profe*sio*nalisme, kemampuan fisik dan tem*pur, sampai pengetahuan ma*salah hukum. Dikatakan Agus, ke*semua upaya tersebut ber*tu*juan untuk memperkuat ke*mam*puan prajurit dalam menjaga keamanan wilayah.

Sedangkan untuk pelaksanaan pembinaan logistik diwujudkan melalui berbagai kegiatan modernisasi alusista TNI, dengan maksud supaya TNI memiliki alutsista yang handal, dan layak pakai, guna mendukung pelak*sa*naan tugas operasi TNI, baik untuk perang maupun kegiatan ke*amanan lainnya.

“Dengan terus dilakukannya pembinaan terhadap prajurit dan keburuhan logistik kita, kea*manan wilayah NKRI bisa terja*ga dengan baik, dengan tetap menjunjung tinggi pro*fe*sio*nalisme prajurit, dan tidak me*langgar hukum,” tuturnya.

Penyelamatan potensi kerugian negara hingga Rp 13 triliun, lanjutnya, membuktikan kalau tingkat pelanggaran yang terjadi masih cukup tinggi. Masalah itu terjadi karena sistem perizinan yang ada masih perlu dperbaiki lagi. Sebab masih terjadi tum*pang tindih wilayah perizinan penangkapan ikan. Untuk me*ngatasi hal ini lembaganya akan be*rkoordinasi dengan Ke*men*terian Perikanan dan Kelautan.

Soal modernisasi alusista, Agus menegaskan, lembaganya pada tahun ini akan memberikan per*hatian khusus terhadap ang*garannya. “Sebagian besar me*mang dialokasikan khusus untuk modernisasi alusista. Tujuannya supaya kita bisa mendekati Mi*nimum Essensial Forces (MEE-red)”, ungkapnya.

Untuk mewujudkan MEE, lanjutnya, TNI berencana mela*kukan penghapusan terhadap alusista yang dianggap tidak layak, peningkatan kemampuan com*bat, dan pengadaan alutsista baru, baik dengan membeli atau*pun dengan menerima hibah.

“Program modernisasi ini akan mengutamakan peningkatan combat capability dari unit-unit tempur yang dianggap masih bisa digunakan. Seperti kapal perang yang dari Belanda, badannya dianggap masih bagus, tapi sen*jatanya sudah sangat keting*galan,” ungkapnya.

Bekas Irjen (Inspektur Jendral-red) Departemen Pertahanan ini menuturkan, modernisasi terse*but dilakukan dengan meng*upa*yakan pemanfaatan industri da*lam negeri, dengan tetap me*la*kukan kerjasama dengan indutri militer luar negeri. Hal ini dila*kukan karena saat ini industri dalam negeri belum bisa mandiri. “Kita berharap ke depan industri militer kita bisa mandiri, se*hingga kita tidak perlu tergantung terhadap bantuan asing,” ucap*nya.

Incoming search terms for the article:

alutsista nkri (4),alutsista terbaru (4),kegiatan menhan tahun 2011 (3),Alusista baru tni (3),Anggaran alutsista indonesia (3),alusista tni 2011 (2),Alusista tni (2),alusista (2),indonesia meningkatkan alusista militer (1),kemajuan alat senjata perang indonesia 2011 (1),kemajuan alusista tni 2010 (1),kemajuan alutsista indonesia (1),kemajuan militer alusista tni 2011 (1),hibah alutista (1),kemajuan modernisasi alutsista militer indonesia (1),senjata perang indonesia (1),Menhan (1),Menhan dan alusista (1),pesanan alusista tni 2011 (1),pesanan alusista (1)

Carter & Hamas

Sometimes I just don’t get Jimmy Carter. But then I guess a lot of Americans never did. He made it to the top office in the land, but he landed not very well in the position as it turns out. Once again, Carter is seemingly doing the unpopular thing. Maybe that’s just his calling- who he is. Who knows?

Former U.S. President Jimmy Carter met an ex-minister in Hamas’ government on Tuesday, defying Israeli leaders who shunned the Nobel Peace Prize laureate over his contacts with the Islamist group. Naser al-Shaer, who served as deputy prime minister in the Hamas-led government that the United States and other Western powers boycotted, was greeted by Carter with a hug and kisses to both cheeks, a member of Carter’s delegation said.

Carter has angered the Israeli government over plans to meet Hamas’ top leader, Khaled Meshaal, in Syria, and for describing Israeli policy in the occupied Palestinian territories as “a system of apartheid” in a 2006 book.

Carter, who brokered Israel’s first peace treaty with an Arab neighbor, Egypt, signed in 1979, met Israel’s ceremonial president Shimon Peres on Sunday but was shunned by Prime Minister Ehud Olmert and other policymakers.

Hamas seized the coastal territory by force in June after routing Palestinian President Mahmoud Abbas’ more secular Fatah faction. Abbas then sacked a Hamas-led unity government and appointed a Western-backed administration in the West Bank. Abbas’s authority has been limited to the occupied West Bank.

Carter told reporters earlier he had wanted to visit Gaza, but his request was rejected. Carter did not say who turned down his request, but a member of his delegation said it was Israel. “I haven’t been able to get permission to go into Gaza. I would like to. I asked for permission. But I was turned down. But maybe we can find a way to circumvent that,” Carter said.

Well, I wonder who denied the request? Duh!

All of the border crossings between Israel and Gaza are controlled by the Jewish state. Egyptian forces are stationed at Gaza’s southern border, which is largely closed.

I am sure that once this mess is oiver, Jimmy-boy will find a new controversy! Meanwhile back in the state Pope Benedict XVI is getting most of the news.

ernie@lrchouston.com

Incoming search terms for the article:

gambar hamas (1),gambar senjata ss3 (1)

US Unlikely to Have Enough Vaccines to Stop Avian Flu

The 19 medical experts who attended the Pandefense 1.0 meeting in November gave a median estimate of a less than 1 percent chance that the U.S. will have adequate stockpiles of vaccines or antiviral drugs to prevent a pandemic within the next three years. The same experts gave a median estimate of 15 percent for the probability that the avian flu virus will mutate into a strain that can spread efficiently by human-to-human contact within that time. Their median worst-case estimate of the number of people who would die, should that happen, was 6 million in the United States and 180 million worldwide. Their median best-case estimates were 500,000 dead in the United States and 20 million worldwide. (Source : Bird Flu News )

“It surprised me that they thought it was going to be this bad,” said Wandi Bruine De Bruin, lead author of the study and research faculty member in the Department of Social and Decision Sciences at Carnegie Mellon.

The survey also included 17 non-medical experts from a variety of fields who were more pessimistic about the likelihood of human-to-human transmission, giving a median 60 percent chance that it would occur within three years. They did, however, have more faith in medical science, giving a median 15 percent chance of the United States having enough vaccine and a 30 percent chance that the nation would have enough antiviral medications to halt a pandemic.

“The medical experts’ estimates suggest this is a bigger risk than anything else we are facing,” said Baruch Fischhoff, a study co-author and the Howard Heinz University Professor of Social and Decision Sciences and Engineering and Public Policy at Carnegie Mellon.

Both the medical and the non-medical experts agreed that the greatest hope for mitigating the effects of an avian flu outbreak among humans lies in heightened global surveillance and, should the virus become pandemic, hand washing, mask wearing and social distancing. Unfortunately, the efficacy of such strategies in preventing the spread of infectious diseases has not been extensively studied, Bruine de Bruin said. Although the federal government has expressed a commitment to open communication about these risks, its messages have not yet been scientifically evaluated, according to Fischhoff.

Bird flu has hit 55 countries, killed more than 500 people and seems to be spreading quickly, the U.N. official in charge of tracking the virus said Wednesday.

Dr. David Nabarro said the virus has led to the deaths of some 200 million birds and has impoverished millions of small poultry farmers.

Between 2003 and 2005 the virus was reported in 15 countries. But in the first four months of this year it has moved rapidly to 30 new countries, with major outbreaks in Turkey, Iraq, Israel, Gaza, Egypt, Afghanistan, Pakistan, Myanmar, India, Nigeria, Niger, Cameroon and Bukina Faso.

“I suspect we’re going to see further spread of H5N1 into other countries,” he said, referring to the deadly and virulent strain of the virus.

“This is very similar to the virus that caused the influenza pandemic of 1918,” Nabarro said. It’s not identical but it’s similar. … So therefore, the 1918 virus, which caused this huge pandemic associated with 40 million deaths, seems to have a successor waiting in the wings.”

Nabarro, the U.N.’s chief coordinator for avian influenza, spoke at a meeting organized by the United Nations Foundation on how to inform people around the world of the bird flu threat.

He said the H5N1 virus is known to have stricken more than 200 people, but it probably has affected “many, many more.”

Tom Cruse writes articles for Only Health

Incoming search terms for the article:

how did howard heinz die (1)

The Magnificent Egypt

Egypt is bordered by Libya on the west, Sudan on the south, & on Israel & Gaza Strip on the northeasterly. Egypt’s significant role in geopolitics stems from its strategical position: a transcontinental country, it possesses a land bridge (the Isthmus of Suez) betwixt Africa & Asia, that in turn is traversed by a navigable waterway (the Suez Canal) that connects the Mediterranean Sea with the Indian Ocean via the Red Sea.

Towns & cities let in Alexandria, one of the great very old towns, Aswan, Asyut, Cairo, the contemporary Egyptian capital, El-Mahalla El-Kubra, Giza, the site of the Pyramid of Khufu, Hurghada, Port Safaga Luxor, Kom Ombo, Port Said, Sharm el Sheikh, Shubra-El-Khema, Suez, in which the Suez Canal is settled, Zagazig, & Al-Minya.

Deserts: Egypt admits parts of the Sahara Desert & of the Libyan Desert. Those deserts were referred to as the “red land” in very old Egypt, & they secure the Kingdom of the Pharaohs given by western threats. Oases admit: Bahariya Oasis, Dakhleh Oasis, Farafra Oasis, Kharga Oasis, Siwa Oasis. An oasis is a fertile or green region in the midst of a desert.

Egypt’s working capital city, Cairo, is Africa’s largest city & has been famous for centuries as a center of learning, culture & mercantilism. The Egyptian Academy of the Arabic Language is responsible for modulating the Arabic Language throughout the world.

Egypt has had a thriving media & arts industry from the late 19th century, in todays world with more than 30 satellite channels and over 100 motion pictures produced every year. Cairo in fact has long been acknowledge as the “Hollywood of the East.” To bolster its media industry further, especially with the keen contest from the Persian Gulf Arab States and Lebanon, a big media city was built.

When you travel to Egypt, there are so several sites that you will want to explore, the length of your voyage will never seem long enough! I frequently meet people, on my tours, that have been to Egypt additional than 15 times, & they keep returning to see something new! They ask about this newly discovered site, or some new tomb that has been recently unveiled, or even places that they have found out more people talk about! Here in Egypt, you will forever find new sites to travel to and have a good time in.

The adventure that is Egypt never ends! That is why it is a shame if you come to Egypt, particularly for the first time, and miss the grandiose sites, like the Pyramids of Giza, Abu Simbel or the west bank of Luxor, to name but two or three. In that location are so many travellers who fly direct to Upper Egypt to see Luxor & Aswan, hoping that they will be stumble through the Pyramids as well, and then they understand that they have to travel 720Km to Cairo, in which the Pyramids actually are, and end up paying $400 extra to travel and see one site, which is most likely about half of what they paid for their entire trip!

Plan well for your trip before you come. Advance planning is the right way to save up time, money and effort, & of course to ensure that you get to see the locates that you have been dream about for some time.

Try, as much as possible, to travel to as several of the places that your voyage will allow! In that location is nothing worse than going home & wishing you had travelled to somewhere you didn’t! We each know that you don’t get the opportunity to travel to Egypt day-after-day!

Incoming search terms for the article:

egypt cap 2010 (1),pabrik senjata pendant indonesia (1)
Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE

Switch to our mobile site